
Ketapang – Tren mudik di Kalimantan Barat menunjukkan pola unik. Alih-alih menggunakan jalur darat, banyak pemudik dari Pontianak menuju Kayong Utara memilih transportasi sungai menggunakan speedboat karena dinilai lebih cepat dan efisien.
Keberangkatan dipusatkan di Pelabuhan Kapuas Besar, Pontianak, yang mulai dipadati penumpang menjelang Lebaran 2026. Moda transportasi ini menjadi andalan masyarakat untuk pulang kampung maupun berlibur.
Lebih Cepat Hampir Setengah Waktu
Perjalanan menggunakan speedboat dari Pontianak menuju Sukadana, ibu kota Kayong Utara, memakan waktu sekitar 4,5 jam. Sementara jika melalui jalur darat, waktu tempuh bisa mencapai 9 jam atau lebih, tergantung kondisi jalan.
Dengan selisih waktu yang cukup signifikan, masyarakat cenderung memilih jalur sungai, terutama saat arus mudik yang identik dengan kepadatan lalu lintas.
Tarif Rp300 Ribu, Jadi Pilihan Favorit
Untuk sekali perjalanan, penumpang dikenakan tarif sekitar Rp300 ribu per orang. Meski tidak tergolong murah, banyak pemudik menilai harga tersebut sebanding dengan efisiensi waktu dan kenyamanan perjalanan.
Selain itu, jalur sungai dianggap lebih praktis karena menghubungkan langsung Pontianak dengan wilayah pesisir Kayong Utara tanpa harus melewati rute darat yang panjang.
Transportasi Sungai Tetap Jadi Tulang Punggung
Fenomena ini sekaligus menegaskan bahwa transportasi sungai masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di Kalimantan Barat, terutama untuk wilayah yang memiliki akses perairan yang kuat.
Di tengah momentum Lebaran, keberadaan speedboat tidak hanya mendukung mobilitas pemudik, tetapi juga berperan penting dalam menjaga konektivitas antarwilayah.