
KAYONG UTARA – Tak semua perjalanan dimulai dengan langkah yang besar. Ada yang berawal dari keberanian meninggalkan rutinitas, meninggalkan rumah, dan percaya bahwa kesempatan hanya akan berarti jika disambut dengan kesiapan.
Itulah hal yang diyakini oleh Zeny Nur Oktaviani (24), perempuan muda asal Sukadana, Kabupaten Kayong Utara ini memberanikan diri berangkat ribuan kilometer dari rumah melalui Operations Development Program (ODP) Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP). Sebuah program pembentukan kompetensi teknis bagi talenta-talenta lokal untuk belajar langsung dari China, salah satu negara yang memimpin industri pengolahan aluminium dunia.
Sebelum mengikuti program tersebut, hari-harinya dihabiskan membantu kedua orang tua di rumah. Di sela aktivitas itu, ia terus mencari pengetahuan yang dapat membekalinya untuk bekerja di industri smelter. Sebuah industri yang tak asing bagi anak-anak muda di Kayong Utara.
Zeny, begitu ia kerap disapa, berasal dari keluarga sederhana. Orang tuanya tak pernah menjanjikan jalan yang mudah, tetapi selalu menanamkan nilai tentang kerja keras, kejujuran, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itulah yang kemudian membentuk cara pandangnya dalam memaknai setiap kesempatan.
“Dari mereka saya belajar bahwa keberhasilan tidak datang dengan instan, tetapi melalui usaha dan tanggung jawab” ucap Zeny.
Ketika mengetahui rekrutmen ODP, Zeny merasa menemukan harapan yang selama ini ia cari. Program tersebut, menurutnya, bukan sekadar menawarkan pekerjaan, tetapi juga kesempatan belajar langsung di lingkungan industri yang selama ini hanya ia bayangkan.
“Saya bertekad memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin agar tidak mengecewakan keluarga maupun perusahaan” tambahnya.
Hari keberangkatan Zeny ke China menjadi momen yang tak terlupakan. Kebanggaan dan kekhawatiran berbaur mengiringi langkah putri mereka yang untuk pertama kalinya meninggalkan rumah menuju negeri yang jauh. Namun, di balik momen haru itu, ada harapan besar yang diselipkan oleh kedua orang tua Zeny, agar ketika sang anak kembali ke kampung halaman, ia tak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga mampu membawa manfaat bagi masyarakat di tanah kelahirannya.
Yang Tak Dipelajari dari Buku
Perbedaan cuaca, bahasa, makanan, hingga budaya menjadi tantangan pertama yang harus dihadapi Zeny. Pada awalnya, semuanya terasa asing. Namun, alih-alih menjadikannya hambatan, ia memilih melihat setiap perbedaan sebagai bagian dari proses belajar. Sedikit demi sedikit, ia belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Di ruang pelatihan maupun area praktik industri, ia menemukan bahwa pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teknologi. Kedisiplinan, ketelitian, kerja sama, hingga kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari setiap aktivitas. Pembelajaran ini lah yang tak pernah ditemukan Zeny dalam buku-buku yang selama ini dibacanya.
“Saya menyadari bahwa kemampuan teknis memang penting, tetapi karakter yang baik akan menentukan kualitas seseorang dalam bekerja” katanya.
Pengalaman hidup jauh dari keluarga juga membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri. Ia belajar menghargai perbedaan, bekerja bersama orang-orang dari berbagai latar belakang, sekaligus memahami bahwa perkembangan industri selalu berjalan beriringan dengan perkembangan manusianya.
Bagi Zeny, ilmu yang diperoleh di China bukanlah tujuan akhir. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk berkontribusi di perusahaan sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak generasi muda Kayong Utara, agar mampu mengambil bagian dalam industri modern.
“Saya ingin melihat semakin banyak generasi muda daerah yang memiliki kesempatan bekerja di industri modern dengan keterampilan yang baik. Saya percaya bahwa ketika sumber daya manusianya berkembang, daerah juga akan ikut maju” ujarnya.
Pada akhirnya, perjalanan ke China bukan hanya memperluas pengetahuan Zeny tentang industri aluminium. Perjalanan itu juga mengubah cara ia memandang dirinya sendiri. Dari seorang perempuan muda yang mempersiapkan diri untuk sebuah kesempatan, menjadi pribadi yang percaya bahwa perubahan terbesar selalu dimulai dari keberanian untuk terus belajar.
Baca juga:
Investasi Pendidikan untuk Masa Depan Kayong Utara