
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Kayong Utara hingga pertengahan Agustus 2026 mencatatkan angka luasan yang signifikan. Berdasarkan data Pos Terpadu Penanganan Karhutla Kabupaten Kayong Utara, total area yang terbakar telah mencapai kurang lebih 4.228 hektar.
Lebih dari Separuh Berhasil Dipadamkan
Meski angkanya cukup besar, tim gabungan di lapangan terus bekerja keras. Hingga Senin (24/8/2026), Satgas Karhutla dilaporkan telah berhasil memadamkan sekitar 2.536 hektar — lebih dari separuh area terdampak.
Kapolres Kayong Utara, AKBP Adi Prabowo, mengonfirmasi penanganan terus dilakukan secara masif menggunakan seluruh sumber daya yang tersedia.
“Untuk jumlah lahan yang saat ini sudah terbakar itu sejumlah kurang lebih 4.228 hektar. Dan saat ini dengan seluruh sumber daya yang ada, kita sudah berhasil memadamkan kurang lebih 2.536 hektar,” ujar Adi Prabowo.
Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci
Keberhasilan memadamkan ribuan hektar lahan merupakan hasil sinergi lintas instansi. Tim di lapangan tidak hanya fokus pada pemadaman titik api aktif, tetapi juga melakukan proses pendinginan untuk meminimalkan risiko munculnya kembali potensi api di lahan gambut dan vegetasi kering.
AKBP Adi Prabowo mengapresiasi kerja keras seluruh pihak dalam Satgas Karhutla yang terdiri dari unsur TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api di tingkat desa.
“Mereka semua berperan dalam upaya pemadaman dan pendinginan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, personel gabungan masih disiagakan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi potensi munculnya hotspot baru. Pengawasan dan patroli terpadu terus ditingkatkan hingga ke kawasan pelosok desa.
Baca juga:
Pemprov Kalbar Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Kebakaran Pasar Sungai Duri