
Kehadiran stand Pondasi Rumah Hijau di kawasan pameran MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pelataran Pantai Pulau Datok, Sukadana, menjadi bukti nyata bahwa potensi ekonomi masyarakat pesisir Kayong Utara terus berkembang. Produk-produk unggulan dari lima desa di Kecamatan Pulau Maya dipamerkan kepada pengunjung dari berbagai daerah se-Kalimantan Barat.
Lima Desa, Satu Semangat
Ketua Pondasi Rumah Hijau, Zulhiar, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam MTQ XXXIV merupakan bagian dari pendampingan Perhutanan Sosial melalui Project Delta Kapuas. Pihaknya mendampingi lima desa di Kecamatan Pulau Maya — Desa Tanjung Satai, Desa Dusun Besar, Desa Dusun Kecil, Desa Satai Lestari, dan Desa Kamboja — dengan tiga fokus utama: kelola lembaga, kelola kawasan, dan kelola usaha.
Produk Beragam, Potensi Melimpah
Sejumlah produk unggulan dibawa dalam ajang ini — kerupuk udang khas Desa Dusun Besar, madu kelulut dari Desa Kamboja, pedak gembong, udang ebi, udang kering, ikan asin talang, hingga telur bebek. Selain produk makanan, pendampingan usaha juga mencakup sektor peternakan. Empat dari lima desa memiliki usaha ternak kambing, sementara Desa Dusun Besar mengembangkan ternak bebek petelur.
“Kami tidak hanya bergerak di bidang makanan. Ada juga ternak yang kami kembangkan bersama masyarakat,” ujar Zulhiar.
Momentum Promosi yang Tepat
Kehadiran di MTQ XXXIV menjadi kesempatan strategis bagi masyarakat Pulau Maya untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pengunjung dari seluruh Kalimantan Barat. Ke depan, Pondasi Rumah Hijau berkomitmen terus melakukan pembinaan dan pendampingan agar potensi hutan desa dapat dikelola secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Baca juga:
MTQ XXXIV Kalbar Sukses Digelar di Kayong Utara, Pemprov: Setara Penyelenggaraan Nasional