
Keterbatasan anggaran bukan halangan. Itulah semangat yang ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dalam memperingati Hari Jadi ke-19, di mana berbagai program pembangunan terus dijalankan meski kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak pada berkurangnya alokasi di berbagai sektor.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, dalam Malam Ramah Tamah Hari Jadi Kabupaten Kayong Utara ke-19 di Pendopo Bupati Kayong Utara, Sukadana, Jumat (26/6).
“Kita kembali dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat yang berdampak pada berkurangnya alokasi anggaran di berbagai sektor. Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, kita tetap berupaya meningkatkan pembangunan di berbagai sektor,” ungkapnya.
1.133 ASN PPPK Diangkat, Pelayanan Publik Menguat
Pada sektor SDM aparatur, pemerintah daerah mengangkat sebanyak 1.133 ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mayoritas merupakan tenaga honorer dengan masa pengabdian panjang di Kabupaten Kayong Utara. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan aparatur sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik.
73 Sekolah Diperbaiki, Beasiswa hingga Dokter Spesialis
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah memperbaiki 73 unit sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan. Selain itu, beasiswa diberikan kepada putra-putri daerah serta dokter umum yang melanjutkan pendidikan menjadi dokter spesialis.
“Kita meyakini bahwa masa depan Kabupaten Kayong Utara berada di tangan anak-anak kita. Dengan menyediakan sarana pendidikan yang layak, kita sedang menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa daerah ini menjadi lebih maju,” kata Romi.
UHC Tercapai, PICU-NICU Hadir di RSUD
Di bidang kesehatan, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional telah mencapai Universal Health Coverage (UHC). Selain itu, pemerintah melakukan rehabilitasi Puskesmas Pembantu di Kecamatan Kepulauan Karimata, membangun ruang PICU dan NICU di RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I, serta menghadirkan Laboratorium Kesehatan Daerah sebagai pusat layanan pemeriksaan kesehatan masyarakat.
Enam Ruas Jalan Diusulkan Lewat Skema Inpres
Untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, pemerintah daerah mengusulkan enam ruas jalan melalui skema Instruksi Presiden. Langkah ini bertujuan membuka akses transportasi, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Bupati Romi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah semata.
“Semangat kebersamaan adalah kunci pembangunan. Tidak ada pembangunan yang dapat berjalan optimal jika dilakukan sendiri-sendiri. Namun jika kita bergandeng tangan dan bekerja bersama, tidak ada yang mustahil,” tegasnya.
Baca juga:
Kayong Utara Siap jadi Tuan Rumah MTQ Kalbar ke-34, Bupati Romi Tekankan Kerjasama