
Perhelatan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara tidak hanya semarak dari sisi keagamaan. Di pelataran eks Sail Karimata, pameran UMKM yang digelar bersamaan dengan MTQ turut menggerakkan roda ekonomi lokal secara nyata.
Pelaku UMKM Apresiasi Penyelenggaraan
Salah satu peserta pameran, Denny Hendrawan, mengaku puas dengan jalannya penyelenggaraan MTQ secara keseluruhan. Meski ada sedikit dinamika teknis terkait penempatan stan, ia menilai hal tersebut wajar dan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan ke depan.
“Secara keseluruhan, pelaksanaan MTQ sudah berjalan cukup baik. Kekurangan yang ada akan menjadi pelajaran agar pengelolaan UMKM ke depannya bisa lebih baik lagi,” ujar Denny, Senin (3/8/2026).
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk datang meramaikan lokasi pameran dan mendukung produk lokal yang dijajakan para pelaku UMKM.
Omzet Meningkat, Ekonomi Lokal Bergerak
Pelaku UMKM lain, Emy Wati, merasakan langsung dampak positif dari keramaian acara berskala provinsi ini. Menurutnya, MTQ menjadi momentum strategis dalam mendongkrak perputaran uang di masyarakat.
“MTQ ini sangat membantu masyarakat Kayong Utara, terutama pelaku UMKM yang pastinya dapat meningkatkan perekonomian,” ujarnya.
Sebagai tuan rumah, ia turut mengimbau seluruh elemen masyarakat Kayong Utara untuk bersinergi menyukseskan kegiatan sekaligus menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan.
Lokasi pameran yang berdekatan dengan kawasan wisata Pantai Pulau Datok juga menjadi daya tarik tersendiri. Para pedagang aktif mempromosikan produk lokal kepada pengunjung yang datang dari dalam maupun luar daerah — menjadikan MTQ bukan sekadar ajang syiar, tetapi juga ruang promosi ekonomi yang efektif.
Baca juga:
OSO Sedekahkan Rp1,5 Juta per Orang kepada 633 Peserta MTQ Kalbar di Kayong Utara