
Pemerintah Kabupaten Kayong Utara terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat, mengungkapkan langkah strategis pemerintah daerah dalam mengkaji pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi — sebuah konsep pendidikan yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan nilai karakter dan keagamaan.
Beda dari Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan
Sekda Erwin menegaskan bahwa tujuan utama pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi adalah mencetak generasi yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
“Tujuan utamanya adalah bagaimana kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kayong Utara. Karena itu, berbagai aspek perlu dikaji secara matang agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, konsep Sekolah Nasional Terintegrasi memiliki karakteristik yang berbeda dengan sekolah rakyat maupun sekolah unggulan biasa. Konsep yang berkembang mengarah pada penguatan kurikulum nasional yang dipadukan dengan kurikulum internasional, termasuk kemampuan komunikasi menggunakan bahasa asing sebagai kompetensi yang perlu dipersiapkan bagi peserta didik.
Pendidikan Agama Tetap Jadi Fondasi
Selain aspek akademik, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap penguatan karakter peserta didik. Sekda Erwin menekankan bahwa pendidikan agama harus tetap menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.
“Pendidikan agama tidak boleh ditinggalkan. Justru harus menjadi bagian dari penguatan karakter peserta didik. Mungkin bentuknya dapat dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat wajib, sehingga nilai-nilai religius tetap tertanam dalam diri anak-anak kita,” katanya.