
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat penanganan karhutla melalui operasi udara. Gubernur Kalbar Ria Norsan mengumumkan bahwa bantuan helikopter CH-47 Chinook dari Jepang direncanakan akan membantu pemadaman karhutla di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara dalam waktu dekat.
Chinook Diberangkatkan dari Pelabuhan Kijing
“Dalam waktu dekat, bantuan helikopter Chinook dari Jepang direncanakan akan diberangkatkan dari Pelabuhan Kijing menuju Ketapang untuk membantu pemadaman api di Ketapang dan Kayong Utara,” terang Norsan.
Pengerahan CH-47 Chinook menjadi bagian dari penguatan dukungan udara dalam penanganan karhutla, terutama di dua wilayah yang masih menjadi perhatian dalam operasi pemadaman. Helikopter jenis ini dikenal memiliki kapasitas angkut air yang jauh lebih besar dibandingkan helikopter water bombing konvensional sehingga diharapkan dapat mempercepat pengendalian titik api di lapangan.
Penegakan Hukum Diperketat
Selain memperkuat operasi udara, Gubernur Ria Norsan juga menegaskan pentingnya penegakan hukum sebagai bagian dari upaya mencegah pembakaran lahan secara sengaja. Ia meminta aparat penegak hukum menindak tegas pihak mana pun yang terbukti melakukan pembakaran.
“Saya harap Bapak Kapolres bisa melihat dan menindak jika memang terdapat pelanggaran hukum bagi perusahaan-perusahaan yang dengan sengaja membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Dengan penguatan operasi darat, dukungan udara, serta penegakan hukum yang terpadu, Pemprov Kalbar terus mendorong percepatan pengendalian karhutla di wilayah yang masih terdampak — termasuk Kayong Utara.
Baca juga:
Gubernur Ria Norsan Tiba di Teluk Batang, Bawa Seluruh OPD Kalbar Hadir untuk Warga