
Pembangunan yang bermakna dimulai dari mendengar. Filosofi itulah yang dibawa Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat menghadiri kegiatan ramah tamah Gema Membangun Desa di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kamis (30/7/2026).
Desa sebagai Fondasi Pembangunan
Program Gema Membangun Desa dirancang sebagai wadah strategis Pemprov Kalbar untuk mendekatkan layanan publik sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di tingkat desa. Bagi Gubernur Norsan, program ini bukan sekadar kunjungan seremonial — melainkan pintu masuk pengusulan program pembangunan secara berjenjang dari desa hingga kabupaten.
“Melalui program ini kita ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan di desa akan kita tampung untuk menjadi perhatian pemerintah provinsi,” ujar Norsan.
Potensi Pesisir Teluk Batang Jadi Sorotan
Melihat kondisi geografis Teluk Batang yang berada di kawasan pesisir, Gubernur Norsan menyoroti besarnya potensi sektor kelautan dan perikanan lokal. Oleh karena itu, ia menginstruksikan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar untuk segera merumuskan program intervensi yang berdampak langsung bagi nelayan dan masyarakat pesisir.
“Teluk Batang ini daerah laut, sehingga kita harapkan ada program dari Dinas Perikanan yang bisa membantu masyarakat di sini,” tegasnya.
Membangun dari Desa Menuju Kota
Norsan meyakini bahwa kemajuan sebuah desa akan memberi efek berantai terhadap percepatan pembangunan regional Kalimantan Barat secara keseluruhan.
“Kalau desa sudah bagus, akan menular ke kecamatan, kemudian ke kabupaten. Jika semuanya berkembang, maka Kalimantan Barat juga akan semakin maju. Kita membangun dari desa menuju kota,” tutupnya.
Kehadiran Gubernur Ria Norsan di Teluk Batang menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov Kalbar serius menempatkan desa sebagai prioritas pembangunan — bukan sekadar objek kebijakan, tetapi subjek utama kemajuan daerah.
Baca juga:
Rapat Konsultasi III MTQ ke-34, Kayong Utara Pastikan Semua Aspek Penyelenggaraan Berjalan Optimal