
Dewan Pimpinan Daerah Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kayong Utara. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi adat dalam menjaga marwah Melayu serta mempererat harmoni di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam sambutannya, Romi Wijaya menyampaikan bahwa MABM memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai, tradisi, dan identitas budaya Melayu. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga adat dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang tetap berakar pada kearifan lokal.
Menurutnya, penguatan karakter budaya, etika sosial, serta nilai kebersamaan menjadi fondasi penting dalam menciptakan daerah yang aman, harmonis, dan berdaya saing. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan tokoh adat dinilai perlu terus diperkuat.
Rakerda ini diharapkan mampu melahirkan program kerja yang tidak hanya berfokus pada pelestarian adat dan budaya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial dan kemajuan daerah secara berkelanjutan.