
KAYONG UTARA — Penemuan arkeologi di Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, mengungkap jejak peradaban kuno yang diperkirakan berasal dari masa pra-Islam hingga era pengaruh Hindu. Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut pernah menjadi pusat aktivitas manusia dan jalur penting dalam jaringan perdagangan kuno.
Lokasi utama temuan berada di kawasan Totek, Desa Dusun Besar, Kecamatan Pulau Maya. Di area ini, para peneliti menemukan berbagai artefak bernilai sejarah, seperti arca batu bercorak Hindu, fragmen batu berukir menyerupai elemen bangunan candi, manik-manik, perhiasan emas, serta keramik kuno.
Artefak tersebut memperkuat dugaan bahwa Pulau Maya pernah menjadi salah satu titik singgah dalam jalur pelayaran dan perdagangan pada masa lalu. Beberapa temuan juga mengindikasikan adanya hubungan dengan wilayah lain di luar Nusantara.
Namun, sebagian situs mengalami kerusakan akibat aktivitas penambangan emas ilegal. Dalam sejumlah kasus, aktivitas tersebut justru lebih banyak menemukan benda bersejarah daripada emas, sehingga berisiko menghilangkan jejak penting masa lalu.
Selain di Totek, jejak sejarah juga ditemukan di wilayah lain, termasuk situs gua bergambar di Desa Sedahan, Kecamatan Sukadana, yang dikenal sebagai salah satu gua bergambar tertua di Indonesia.
Saat ini, sebagian artefak telah diamankan ke Balai Cagar Budaya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Pemerintah daerah berharap ke depan dapat dibangun fasilitas pelestarian, seperti museum lokal, agar warisan budaya ini dapat dijaga dan dimanfaatkan sebagai sumber edukasi bagi masyarakat.