
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kayong Utara bersama sejumlah organisasi wanita menginisiasi Gerakan Peduli Bencana Kemarau Panjang pada Minggu (6/9/2026). Gerakan yang sepenuhnya didanai dari donasi pengurus dan anggota organisasi ini melibatkan GOW, Dharma Wanita Persatuan, PD Salimah, BKMT, dan Perempuan Melayu dalam upaya membantu masyarakat menghadapi krisis air bersih dan kabut asap akibat karhutla.
Dari Rumah ke Rumah
Pembagian masker dimulai pukul 15.30 WIB dengan dua tim yang bergerak secara paralel — tim pertama menyasar Desa Riam Berasap, tim kedua ke Desa Benawai Agung. Kedua desa tersebut dipilih karena terpapar langsung kabut asap karhutla. Masker dibagikan langsung dari rumah ke rumah untuk memastikan bantuan tepat sasaran hingga ke titik permukiman yang paling terdampak.
Penyaluran air bersih dijadwalkan menyusul mulai Selasa (8/9/2026), dengan prioritas pada titik-titik yang belum terjangkau bantuan air bersih dari pemerintah daerah.
Kepedulian Nyata Organisasi Wanita
Ketua TP PKK Kayong Utara, Ny. Tengku Mardiana Romi Wijaya, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan nyata bagi pemerintah daerah dalam menghadapi situasi darurat.
“Gerakan ini merupakan bagian kecil dari kontribusi kami sebagai langkah tanggap darurat yang krusial untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang, krisis air, dan kabut asap,” ujarnya.
Ketua PD Salimah, Nurlela, mengapresiasi keterlibatan langsung seluruh organisasi hingga ke titik bagi sehingga warga langsung merasakan manfaatnya. Kepala Desa Riam Berasap, Sejantera Arizona, pun menyambut baik gerakan yang dinilai telah lama dinantikan warganya.
Melalui gerakan ini, TP PKK dan organisasi wanita Kayong Utara berharap dampak kesehatan akibat kabut asap dapat ditekan dan kesadaran kolektif mencegah karhutla terus tumbuh di masyarakat.
Baca juga:
Sekolah Juru Pelihara 2026 Dibuka di Kayong Utara, Benteng Terakhir Penjaga Sejarah Daerah