
Di era pembangunan infrastruktur jalan darat yang terus meluas, Kabupaten Kayong Utara menyimpan cerita yang berbeda. Di sini, kapal klotok atau motor air masih menjadi moda transportasi utama yang menghubungkan wilayah-wilayah yang dipisahkan oleh sungai dan perairan.
Suara Klotok, Tanda Hari Dimulai
Robi, warga Kayong Utara yang sehari-hari menggunakan jasa transportasi air, mengatakan kapal klotok sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari ritme kehidupan masyarakat setempat.
“Kapal klotok ini sudah menjadi salah satu moda transportasi andalan bagi kami yang ingin bepergian. Di Kabupaten Kayong Utara, moda transportasi ini masih menjadi pilihan utama karena mampu menjangkau berbagai wilayah yang dipisahkan oleh sungai dan perairan,” ujar Robi saat ditemui di salah satu dermaga setempat.
Terjangkau dan Fleksibel
Dengan tarif yang relatif terjangkau serta kapasitas muatan yang cukup fleksibel, kapal klotok mampu memperlancar konektivitas antarwilayah. Klotok menjangkau tempat-tempat yang belum tentu bisa dilalui jalan darat, menjadikannya pilihan yang sulit digantikan oleh moda transportasi lain.
Harapan Warga: Perhatian Lebih dari Pemerintah
Masyarakat dan pengguna jasa berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait terus memberikan perhatian serius. Mulai dari pembinaan keselamatan pelayaran, peningkatan fasilitas dermaga rakyat, hingga dukungan subsidi operasional jika diperlukan.
Eksistensi kapal klotok di Kayong Utara membuktikan bahwa kearifan lokal dalam bertransportasi tetap relevan. Selagi sungai mengalir, klotok akan terus melaju — menjadi saksi ketangguhan masyarakat pesisir dalam merajut kehidupan di tanah Borneo.
Baca juga:
LSKM Kayong Utara Siapkan Bantuan 26.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan