
Di tengah status tanggap darurat kekeringan yang masih berlangsung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara bersama 20 prajurit Yonif TP 538/Tawang Alun mengoptimalkan sumber air baru di Dusun Tanjung Belimbing, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana. Sumber air ini berada di zona pemanfaatan tradisional Taman Nasional Gunung Palung (TNGP).
Pasokan Air Tangki Mulai Menyusut
Kepala BPBD Kayong Utara, Fatul Bahri, menjelaskan bahwa pengoptimalan sumber air alternatif ini menjadi langkah penting karena pasokan air untuk armada mobil tangki mulai menyusut. Lokasi pengisian disiapkan untuk mendukung penyaluran air bersih secara gratis ke wilayah terdampak seperti Sukadana, Simpang Hilir, dan Teluk Batang. Sumber air ini juga terbuka bagi para donatur air yang ingin turut membantu masyarakat. Seluruh kegiatan dibiayai melalui anggaran tanggap darurat kekeringan APBD Kabupaten Kayong Utara.
Debit 12,8 Liter per Detik
Instalasi pengaliran menggunakan pipa high-density polyethylene (HDPE) berdiameter dua inci. Berdasarkan pengukuran, debit potensial sumber air di Tanjung Belimbing mencapai 12,8 liter per detik, dengan debit efektif yang dapat dialirkan melalui jaringan pipa saat ini sekitar 1,8 liter per detik.
Fatul mengakui kapasitas tersebut belum memenuhi kebutuhan total ibu kota Sukadana yang mencapai 40 hingga 48 liter per detik. Namun demikian, pasokan dari Tanjung Belimbing dinilai sangat membantu menjaga keberlanjutan distribusi air bersih darurat kepada masyarakat selama kekeringan berlangsung.
Baca juga:
Pemkab Kayong Utara Siapkan Rp20 Miliar untuk Penanganan Karhutla