
Di tengah musim kemarau yang masih melanda, Lembaga Satuan Keluarga Madura (LSKM) Kabupaten Kayong Utara menyalurkan bantuan 70.000 liter air bersih untuk masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Bantuan ini digagas oleh Ketua Dewan Instruktur LSKM Kayong Utara, H. Kacong Supandi, bersama keluarga.
Pendistribusian secara resmi dilepas oleh Ketua LSKM Kayong Utara, Khoirul Umam, didampingi Wakil Ketua LSKM, Gus Selamen, pada Senin, 26 Oktober 2026.
Sasar Pesantren dan Warga Desa
Pada tahap awal, bantuan air bersih disalurkan ke dua lokasi. Pertama, Pondok Pesantren Nurul Hasani di Kecamatan Teluk Batang. Kedua, masyarakat Desa Mata-Mata di Kecamatan Simpang Hilir. Selain warga umum, bantuan juga ditujukan bagi penghuni pondok pesantren serta jemaah masjid dan surau yang terdampak kekeringan.
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hasani, KH. Badri Rofi’i, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Menurutnya, pasokan air bersih sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di lingkungan pesantren.
“Semoga ini menjadi awal kebaikan dan kebahagiaan. Bantuan yang diberikan ke pondok kami semoga menjadi ladang amal ibadah, khususnya bagi H. Kacong Supandi beserta keluarga,” ujar KH. Badri Rofi’i.
Wujud Kepedulian di Tengah Kekeringan
Wakil Ketua LSKM Kayong Utara, Gus Selamen, mengatakan penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang menghadapi dampak kekeringan. Ia menegaskan bahwa semangat berbagi dan gotong royong perlu diwujudkan dalam tindakan, terutama dalam membantu kebutuhan dasar warga.
Melalui penyaluran 70.000 liter air bersih ini, LSKM Kayong Utara berharap dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.