
Pemerintah Kabupaten Kayong Utara kembali memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berkontribusi dalam bidang keagamaan. Pada 2026, pemerintah daerah memfasilitasi perjalanan umrah bagi 24 jamaah yang terdiri atas tokoh agama, pegiat keagamaan, serta kafilah berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah.
Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, melepas keberangkatan para jamaah dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Praja Kantor Bupati Kayong Utara, Sukadana, Rabu.
Dari total 24 jamaah, tiga orang merupakan peraih Juara I Cabang Fahmil Qur’an Putri pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Sementara itu, 21 jamaah lainnya terdiri atas imam masjid atau musala, petugas fardu kifayah, dan guru ngaji.
Amru mengatakan, fasilitasi umrah tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah atas pengabdian masyarakat dalam menjaga kehidupan keagamaan.
“Hal ini dilakukan sebagai salah satu wujud kepedulian dan penghargaan kepada Bapak-Ibu atas pengabdiannya di tengah-tengah masyarakat,” kata Amru.
Program pembiayaan umrah bagi tokoh agama ini telah berjalan sejak 2022 dan pada 2026 memasuki tahun kelima. Tahun ini, program tersebut juga menjadi kesempatan untuk memberikan penghargaan kepada generasi muda yang berprestasi dalam bidang Al-Qur’an.
Menurut Amru, program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan Kayong Utara yang religius serta mendorong masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, menjaga kesehatan dan kekompakan selama berada di Tanah Suci, serta membawa nama baik Kabupaten Kayong Utara.
Amru juga menitipkan doa agar berbagai persoalan yang dihadapi daerah, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap, segera berakhir.
Melalui program ini, Pemkab Kayong Utara berharap penghargaan yang diberikan tidak hanya menjadi kesempatan bagi para jamaah untuk beribadah, tetapi juga memperkuat semangat pengabdian dan kontribusi mereka bagi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat setelah kembali ke daerah.