
Di tengah kepungan asap karhutla yang masih menyelimuti Kabupaten Kayong Utara, sekelompok musisi dari Kecamatan Seponti memilih berjuang dengan cara mereka sendiri. EO The Senggayong bersama RV Band dan sejumlah musisi Seponti menggelar konser amal untuk menggalang donasi bagi para pejuang karhutla yang bertugas di lapangan.
Musik sebagai Bentuk Solidaritas
Leader EO The Senggayong, Alda, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan untuk terjun langsung memadamkan api. Namun kondisi itu tidak menjadi alasan untuk berdiam diri.
“Kami menyadari tidak bisa berada di garis depan untuk memadamkan api. Tapi melalui kekuatan seni dan musik, kami berjuang dengan cara kami sendiri untuk menyuarakan solidaritas dan menggalang uluran tangan dari masyarakat,” ujar Alda.
Hingga 20 September 2026, donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar Rp15 juta dan telah disalurkan ke sejumlah posko karhutla di Kabupaten Kayong Utara untuk mendukung kebutuhan para personel di lapangan.
Setiap Bantuan Bernilai
Alda menilai setiap bantuan yang diberikan masyarakat tidak hanya memiliki nilai materi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan apresiasi kepada para personel yang bertugas menangani karhutla. Para pelaku seni, menurutnya, dapat mengambil peran melalui musik dan kegiatan kreatif untuk mengajak masyarakat memberikan dukungan.
“Kami tidak sedang bahagia. Inilah yang bisa kami berikan. Kami tidak mampu memadamkan api, namun lewat konser amal ini banyak sekali orang baik yang menyalurkan dengan bakatnya,” ungkapnya.
Donasi Masih Dibuka
Alda menyebut donasi untuk mendukung penanganan karhutla di Kayong Utara masih dibuka bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Ia berharap semakin banyak elemen masyarakat yang tergerak memberikan dukungan — baik langsung di lapangan maupun melalui cara-cara kreatif seperti yang dilakukan EO The Senggayong.
Baca juga:
Kayong Utara Terima Rp20 Miliar dari Pusat untuk Percepat Penanganan Karhutla