
Kayong Satu – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, menyiapkan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah ancaman kebakaran yang meningkat selama musim kemarau.
Bupati Kayong Utara Romi Wijaya mengatakan, anggaran tersebut merupakan bantuan dari Presiden dan saat ini masih dalam proses perumusan untuk menentukan penggunaannya. Pemanfaatan dana akan disesuaikan dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
“Kalau anggaran kita sudah dibantu oleh Bapak Presiden, kita sudah ada dana sebanyak Rp20 miliar. Ini sedang dirumuskan penggunaannya sesuai juklak dan juknis,” kata Romi usai menghadiri rapat paripurna,
Meski anggaran telah tersedia, Pemkab Kayong Utara belum dapat langsung merealisasikannya untuk memenuhi seluruh kebutuhan peralatan pemadaman karhutla.
Romi menyebut, ketersediaan peralatan di lapangan masih menjadi salah satu tantangan. Salah satunya adalah pengadaan mesin pompa yang saat ini cukup sulit diperoleh karena tingginya kebutuhan di berbagai daerah yang juga menghadapi karhutla.
“Memang situasi dan kondisinya kurang banyak peralatan pemadamnya. Tapi sekarang mau belanja susah karena semua orang perlu. Mesin pompa juga begitu,” ujarnya.
Menurut Romi, tambahan sarana dan prasarana pemadaman diperlukan untuk memperkuat upaya penanganan karhutla, khususnya menghadapi kondisi kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Pemkab Kayong Utara kini tengah mengkaji sejumlah opsi untuk mempercepat penyediaan peralatan yang dibutuhkan di lapangan.
“Sekarang kita kaji apa opsi-opsi percepatan pembangunan peralatan untuk karhutla, karena uang sudah ada,” kata Romi.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan mencari langkah yang memungkinkan agar anggaran tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan karhutla di wilayah Kayong Utara.