
Di tengah musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kayong Utara, warga Dusun Sei Gali, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, memilih ikhtiar spiritual sebagai respons atas kondisi yang semakin mengkhawatirkan. Pada Kamis (27/8/2026) sore, mereka menggelar Pembacaan Doa Ukasyah sebagai puncak dari rangkaian kegiatan ibadah yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Tiga Hari Ibadah, Satu Harapan
Kegiatan spiritual ini dipimpin tokoh agama setempat, KH. Mastum, dan dihadiri jajaran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga Dusun Sei Gali yang berkumpul penuh khidmat. Ustad Abdi Manaf menjelaskan bahwa Doa Ukasyah yang digelar hari Kamis merupakan puncak dari kegiatan ibadah yang telah dimulai sejak Selasa.
“Ini kegiatan selama tiga hari mulai hari Selasa, hari Rabu, hari Kamis sore mengadakan kegiatan Doa Ukasyah,” ujar Ustad Abdi Manaf.
Memohon Hujan dan Rahmat untuk Kayong Utara
Fokus utama pelaksanaan Doa Ukasyah ini adalah memohon keselamatan dan turunnya hujan bagi seluruh masyarakat Kayong Utara yang telah lama menghadapi kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan.
“Kita memohon kepada Allah untuk supaya diberikan hujan untuk masyarakat Sungai Gali luar dalam, umumnya masyarakat Kayong Utara. Mengenai selama ini udah lama kemarau, kita mohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk berikan rahmat untuk menurunkan hujan,” tutup Ustad Abdi Manaf.
Kegiatan ini menjadi cerminan kuatnya ikatan spiritual dan sosial masyarakat Kayong Utara dalam menghadapi cobaan bersama — bahwa di balik setiap kesulitan, doa dan kebersamaan selalu menjadi jalan pertama yang dipilih.
Baca juga:
Pemkab Kayong Utara Berangkatkan 27 Tokoh Agama ke Tanah Suci untuk Ibadah Umrah