
Di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar membaca dan berhitung. Dalam beberapa bulan terakhir, SDN 06, SDN 02, dan SDN 07 Pelapis berubah menjadi pusat pembelajaran kesehatan bagi anak-anak—sebuah upaya yang dipicu oleh kolaborasi antara PT Dharma Inti Bersama (DIB) melalui program DIB Care dan Puskesmas Desa Pelapis.
Kegiatan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diselenggarakan di sekolah-sekolah tersebut menunjukkan bagaimana institusi pendidikan dapat menjadi titik awal perubahan perilaku. Guru, tenaga kesehatan, dan perusahaan bekerja bersama untuk membangun dasar kesehatan yang kuat bagi anak-anak sejak dini.
Dalam kegiatan itu, dr. Noni Priscilia dari DIB bersama tenaga medis puskesmas tidak sekadar memberi penyuluhan, tetapi mengajak anak-anak memahami kesehatan melalui demonstrasi, permainan, dan praktik langsung. Anak-anak belajar cara mencuci tangan yang benar, teknik menyikat gigi, serta alasan mengapa kebiasaan kecil tersebut sangat penting untuk mencegah penyakit. Suasana belajar berubah menjadi ruang interaksi yang hangat, di mana edukasi berlangsung tanpa terasa menggurui.
Menurut dr. Noni, peran sekolah sangat penting karena anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan pendidikan. “Ketika guru ikut menguatkan praktik kebiasaan sehat setiap hari, dampaknya jauh lebih besar. Kita bukan hanya mengajarkan teori, tapi membangun budaya yang akan ikut terbawa ke rumah dan lingkungan mereka,” jelasnya.
Program ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat ekosistem kesehatan di daerah kepulauan. Puskesmas berperan dalam pembinaan medis, sekolah menjadi ruang pembiasaan, dan DIB Care memberikan dukungan berkelanjutan melalui edukasi, perlengkapan kebersihan, serta program kesehatan lainnya seperti pemeriksaan rutin dan pemberian makanan tambahan.
External Relation Manager PT DIB, Seno Ario Wibowo, menegaskan bahwa program PHBS akan menjadi agenda rutin setiap bulan agar pembiasaan yang dibangun tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Pada pelaksanaan awal ini, sebanyak 138 siswa telah mendapatkan manfaat langsung.
Dengan pendekatan yang mengandalkan peran sekolah sebagai motor perubahan, DIB Care berharap anak-anak di Pelapis tumbuh dengan pemahaman kesehatan yang kuat. Di tengah keterbatasan akses di wilayah kepulauan, upaya seperti ini menjadi langkah nyata untuk memastikan generasi muda mendapatkan fondasi kesehatan yang mereka butuhkan—fondasi yang dibangun dari kebiasaan sederhana, tetapi berdampak besar bagi masa depan mereka.