
KAYONGSATU — Kabupaten Kayong Utara terus menunjukkan potensi besar di sektor industri kreatif berbasis kearifan lokal. Salah satu yang menonjol adalah kerajinan anyaman tradisional, yang kini mulai menembus pasar nasional bahkan ekspor.
Produk-produk seperti tas rotan, tikar pandan, dan wadah berbahan alami menjadi andalan para pengrajin di sejumlah desa, terutama di wilayah pesisir dan pedalaman. Hasil karya mereka bukan hanya bernilai estetika tinggi, tetapi juga mencerminkan identitas budaya Kayong Utara yang ramah lingkungan.
Pemerintah daerah bersama pelaku UMKM terus berupaya memperkuat kapasitas pengrajin melalui pelatihan desain dan pemasaran digital. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar ekspor secara berkelanjutan.
“Anyaman bukan sekadar kerajinan, tapi warisan budaya yang kini bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar salah satu pengrajin di Sukadana.
Dengan bahan baku alami dan kreativitas masyarakat lokal, industri anyaman Kayong Utara berpotensi menjadi ikon ekonomi kreatif daerah, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Kayong Utara sebagai sentra produk ramah lingkungan dari Kalimantan Barat.