
Sejumlah perusahaan tambang milik negara kini dipimpin oleh purnawirawan jenderal TNI. Fenomena ini terlihat di beberapa BUMN strategis sektor pertambangan, mulai dari holding MIND ID, PT Timah Tbk, hingga PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Holding pertambangan nasional MIND ID yang membawahi sejumlah perusahaan besar seperti Antam, PT Timah, PT Bukit Asam, Inalum, dan PT Freeport Indonesia, saat ini dipimpin oleh figur berlatar belakang militer. Kehadiran kepemimpinan tersebut diharapkan memperkuat pengelolaan aset strategis negara dan menjaga stabilitas operasional perusahaan.
Hal serupa juga terlihat di PT Timah Tbk. Perusahaan produsen timah ini menempatkan purnawirawan TNI dalam jajaran pimpinan, seiring upaya pembenahan tata kelola, penguatan pengawasan, serta peningkatan kinerja di tengah tantangan industri pertambangan global.
Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk menunjuk purnawirawan jenderal sebagai pimpinan perusahaan. Antam yang bergerak di sektor emas, nikel, dan mineral lainnya dinilai membutuhkan kepemimpinan yang tegas untuk mengelola operasi berskala besar serta proyek strategis nasional.
Masuknya figur berlatar belakang militer ke jajaran pimpinan BUMN tambang memunculkan beragam pandangan. Di satu sisi, pengalaman kepemimpinan dan kedisiplinan dianggap mampu memperkuat manajemen dan pengamanan aset negara. Di sisi lain, publik berharap perusahaan tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, serta keberlanjutan lingkungan.
Perubahan komposisi pimpinan ini mencerminkan dinamika baru dalam pengelolaan BUMN pertambangan, sekaligus menjadi sorotan terkait arah kebijakan dan strategi negara dalam mengelola sumber daya alam.