
Penantian panjang warga Kecamatan Pulau Maya dan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara akhirnya menemui titik terang. Program Listrik Desa (Lisdes) dari PLN dipastikan akan masuk dan merealisasikan mimpi masyarakat setempat mulai tahun 2026 — mengakhiri belasan tahun keterbatasan energi yang dirasakan warga di kawasan kepulauan ini.
Survei dan Sosialisasi Sudah Dimulai
Kabar baik ini disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara dari Partai Golkar Dapil 2, Bung Tomo, yang turun langsung ke lapangan bersama tim PLN untuk melakukan peninjauan teknis dan sosialisasi kepada warga.
“Saat ini saya dan pihak PLN sedang melakukan survei dan sosialisasi rencana masuknya Lisdes di Pulau Maya. Di tahun 2026 ini akan kita usahakan terealisasi untuk Desa Kemboja dan Satai Lestari,” ujar Bung Tomo, Jumat (28/8/2026).
Pembangunan infrastruktur kelistrikan akan dilakukan secara bertahap, mencakup Desa Tanjung Satai, Dusun Kecil, hingga menjangkau kawasan Kecamatan Kepulauan Karimata. Bung Tomo turut menyampaikan apresiasi kepada PLN dan Kementerian ESDM yang telah mengabulkan aspirasi masyarakat pesisir.
16 Tahun Menunggu
Bagi warga lokal, hadirnya listrik PLN bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa — melainkan pengubah jalan hidup. Nasir, warga transmigrasi Desa Kemboja, tak mampu menyembunyikan haru saat mendengar kabar ini.
“Kami sudah 16 tahun tinggal di Kemboja dan belum dialiri listrik PLN. Rencana masuknya jaringan listrik ini benar-benar hal yang paling kami dambakan sejak lama,” ungkap Nasir.
Masuknya listrik PLN diharapkan tidak hanya menerangi rumah warga, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi lokal, mendukung aktivitas pendidikan anak-anak, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terluar Kayong Utara.
Baca juga:
PLN Luncurkan ENERGIZE Kalbar: Dorong Budaya Hidup Sehat demi SDM yang Lebih Produktif